FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES KEGIATAN BELAJAR

Belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus berupa apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.

Dewasa ini tantangan pendidikan semakin kompleks. Pendidikan tidak cukup hanya berhenti pada memberikan pengetahuan yang paling mutakhir, namun juga harus mampu membentuk dan membangun sistem keyakinan dan karakter kuat setiap peserta didik sehingga mampu mengembangkan potensi diri dan menemukan tujuan hidupnya. Dalam hal ini guru harus memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan pendidikan secara utuh, bukan hanya mampu mengajar tetapi ia juga mampu mendidik. Ia bukan hanya mampu mentransfer pengetahuan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai yang diperlukan dalam menjalani kehidupan. Selain itu guru seharusnya bukan hanya memiliki kemampuan yang bersifat intelektual tetapi yang memiliki kemampuan secara emosi dan spiritual sehingga guru mampu membuka mata hati peserta didik untuk belajar hidup baik di tengah-tengah masyarakat.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar, yaitu:

1. Faktor Kecerdasan

Kecerdasan ialah kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan berfikir yang bersifatnya rumit dan abstrak. Tingkat kecerdasan seseorang tidak sama. Ada yang tinggi, ada yang sedang dan ada pula yang rendah. Orang yang tingkat kecerdasannya tinggi dapat mengolah gagasan yang abstrak, rumit dan sulit dilakukan dengan cepat tanpa banyak kesulitan dibandingkan dengan orang yang kurang cerdas. Orang yang cerdas itu dapat memikirkan dan mengerjakan lebih banyak, lebih cepat dengan tenaga yang relatif sedikit. Namun, kecerdasan seseorang bukanlah suatu jaminan bahwa ia akan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik, karena keberhasilan dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan saja tetapi juga oleh faktor-faktor lainnya.

2. Faktor Sikap

Sikap menentukan apakah seseorang akan dapat belajar dengan lancar atau tidak, tahan lama belajar atau tidak, senang pelajaran yang di hadapinya atau tidak dan banyak lagi yang lain. Diantara sikap yang dimaksud di sini adalah minat, keterbukaan pikiran dan prasangka. Sikap yang positif terhadap pelajaran merangsang cepatnya kegiatan belajar.

3. Faktor Jasmani

Faktor fisik yang dimaksud adalah faktor yang ada kaitannya dengan kesehatan, kesegaran jasmani dan keadaan fisik seseorang. Sebagaimana telah diketahui, badan yang tidak sehat membuat konsentrasi pikiran terganggu sehingga menganggu kegiatan belajar

4. Faktor Emosi dan Sosial

Faktor emosi seperti rasa suka atau tidak suka dan faktor sosial seperti persaingan dan kerja sama sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar. Ada diantara faktor ini yang sifatnya mendorong terjadinya belajar tetapi ada juga yang menjadi hambatan terhadap belajar efektif.

5. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan meliputi suasana dan keadaan tempat seseorang belajar. Suasana dan keadaan tempat belajar  turut juga menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan belajar. Kebisingan, bau busuk dan nyamuk yang menganggu pada waktu belajar dan keadaan yang serba kacau di tempat belajar sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar.

6. Faktor Guru

Guru sangat berpengaruh pada keberhasilan kegiatan belajar. Guru dapat memicu semangat belajar yang tinggi bagi siswa, sebaliknya guru juga dapat mengendorkan bahkan menghilangkan semangat yang sudah tumbuh dalam diri siswa. Dalam faktor ini yang perlu diperhatikan adalah kepribadian guru, cara interaksi guru dengan siswa, kemampuan guru mengajar dan perhatian guru terhadap kemampuan siswanya. Sebaik-baik guru adalah yang dapat menimbulkan pada diri siswa rasa menggemari bahan yang diajarkannya sehingga tanpa disuruh pun dengan sendirinya siswa mau menambah pengetahuannya dengan membaca buku-buku, majalah dan sumber-sumber lainnya.

Proses belajar mengajar harus dikemas menjadi serangkaian kegiatan yang menarik agar tujuan pembelajaran tercapai. Dalam beberapa evaluasi pembelajaran diketahui bahwa proses belajar mengajar tidak menarik bagi siswa karena metode yang digunakan kurang melibatkan siswa untuk aktif, misalnya metode ceramah. Metode ceramah sering kali menyebabkan pembelajaran lebih berfokus pada guru sehingga siswa menjadi pasif dan kurang antusias, bahkan ada beberapa siswa yang mengantuk atau mungkin tertidur.

Disarikan dari berbagai sumber

Oleh Sudarmanto, S.Si

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: